Notaris Dan PPAT, Dimanakah Letak Perbedaannya?

Notaris dan PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah adalah profesi yang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun apakah Anda mengetahui bahwa Notaris dan PPAT memiliki fungsi dan tugas yang berbeda? Jadi bisa dikatakan bahwa seorang notaris belum tentu PPAT. Sebetulnya Notaris dan PPAT memiliki kewenangan yang sama yaitu membuat akta otentik yang berkekuatan hukum.

Perbedaan Notaris Dan PPAT

Namun notaris adalah pejabat umum yang memiliki kewenangan untuk membuat akta-akta otentik serta memiliki beberapa kewenangan lainnya. Sedangkan PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah adalah pejabat umum yang memiliki kewenangan untuk membuat akta-akta otentik yang berkaitan dengan perbuatan hukum hak terhadap tanah atau hak terhadap kepemilikan rumah atau bangunan lainnya. Profesi seorang notaris memang diperbolehkan untuk memegang dua tugas sekaligus yaitu sebagai notaris itu sendiri dan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Namun tentunya harus mengikuti beberapa ketentuan yang berlaku.

Perbedaan berikutnya adalah mengenai dasar hukum yang mengatur tentang kedua profesi tersebut. Profesi notaris diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 tahun 2004 tentang jabatan seorang notaris. Sedangkan untuk dasar pengangkatan seorang notaris memiliki dasar hukum yaitu Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C 537.HT.03.01 pada tanggal 30 November 1998. Dengan adanya aturan tersebut, maka seorang notaris ketika sudah menempuh pendidikan notaris dan telah lulus mengikuti serangkaian tes untuk menjadi seorang notaris, maka dia berhak untuk diangkat menjadi notaris. Adapun sebelum dia dinyatakan berhak untuk menjalankan jabatan sebagai seorang notaris, malka dia harus disumpah terlebih dahulu. Pengambilan sumpah tersebut dapat dilakukan paling lambat dua bulan setelah dia diangkat menjadi notaris.

Sedangkan PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah diangkat atau disahkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agraria / Kepala Badan Pertanahan Negara Nomor 8-XI-1998 tanggal 2 Juni 1998 tentang Pengangkatan Pejabat Pembuat Akta Tanah dan Penunjukan Daerah Kerjanya.

Perbedaan selanjutnya adalah terletak pada kode etik yang mengatur kinerja notaris dan PPAT. Kode etik yang mengatur segala kinerja notaris di Pasal 4 ayat 2 UUJN yaitu bahwa seorang notaris harus melaksanakan kewajibannya berdasarkan kode etik notaris. Beberapa kewajibannya tersebut adalah seperti merahasiakan isi akta yang dibuat untuk kliennya serta merahasiakan keterangan apa pun yang ada di dalam akta tersebut.

Sedangkan untuk kode etik PPAT diatur dalam Pasal 28 ayat 2 huruf c PERKA BPN nomor 1 tahun 2006 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP No. 37 tahun 1998.

Setelah kita mengetahui tentang regulasi yang mengatur tugas dan kewenangan notaris dan PPAT, maka untuk mengetahui lebih jelas tentang tugas dan kewenangan seorang notaris dan PPAT. Berikut adalah perbedaan tugas dan kewenangan notaris dan PPAT.

Tugas Dan Kewenangan Notaris

  1. Mengesahkan serta menetapkan tanggal surat di bawah tangan dengan menandatanganinya dan mendaftarkan surat tersebut pada buku khusus.
  2. Membukukan surat-surat di bawah tangan dengan mendaftarkannya atau menuliskannya di buku khusus
  3. Menduplikasi atau mengkopi surat-surat yang telah dibuatnya yang berisi tentang uraian yang sama dengan surat yang telah dibuat oleh notaris tersebut.
  4. Mencocokkan serta mengesahkan hasil kopian atau salinan surat dengan aslinya.
  5. Melakukan penyuluhan hukum mengenai prosedur pembuatan akta
  6. Membuat akta-akta yang berhubungan dengan akta pertanahan
  7. Membuat akta yang berkaitan dengan risalah lelang.

Sedangkan untuk tugas seorang Pejabat Pembuat Akta Tanah diatur dalam Pasal 2 ayat 1 PP Nomor 37 Tahun 1998 yang menyebutkan bahwa PPT memiliki tugas utama untuk melakukan pendaftaran tanah dengan cara membuat akta sebagai bukti adanya perbuatan hukum tertentu. Perbuatan hukum tertentu yang dimaksud adalah seperti proses jual beli, hibah, tukar menukar, Inbreng atau pemasukan ke dalam perusahaan, pemberian HGB atau Hak Guna Bangunan serta Hak Milik atas sebuah tanah atau bangunan, pemberian hak tanggungan serta pemberian kuasa yang membebankan Hak Tanggungan.

Perbedaan yang terakhir adalah pada wilayah kerjanya. Seorang PPAT hanya memiliki hak untuk melakukan tugasnya pada satu kota atau satu wilayah saja. Sedangkan untuk notaris memiliki hak untuk membuat akta berkaitan dengan segala perbuatan hukum yang dilakukan di wilayah kerjanya. Wilayah kerja seorang notaris biasanya mencakup satu provinsi.